Thursday, September 8, 2016

Kesehatan Mental Bagi Kita

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gangguan mental, mungkin Anda akan sangat kebingunan dan rada risih dengan keadaan tersebut. Gangguan mental sering diasumsikan dengan kata "gila". Namun sebenarnya gangguan mental bukan berarti gila, nah dari itu mari kita bahas beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang gangguan mental agar Anda lebih bisa berbaikan dengan gangguan mental.


WHO mengatakan bahwa gangguan mental dialami oleh ratusan orang di seluruh dunia dan ini berdampak pada orang-orang terdekat mereka. Satu berbanding empat orang akan mengalami gangguan mental pada saat tertentu dalam hidup mereka. Depresi adalah penyebab paling utama yang sering dialami oleh orang. Schizofrenia dan gangguan bipolar adalah termasuk dalam gangguan yang terparah. Meskipun penyakit mental ini banyak diderita oleh orang, kebanyakan mereka akan menutup-nutupinya, menganggap remeh terhadap penyakit ini, dan enggan untuk ditangani.


Memang benar bahwa jika misalnya ada seseorang yang menderita penyakit jiwa, mereka akan cenderung untuk menutupinya dikarenakan oleh rasa malu dan takut untuk dianggap orang lain aneh.



Gangguan Mental Itu?


Gangguan mental adalah kelainan yang sangat serius dalam proses berpikir, emosi, dan juga perilaku. Kondisi ini membuat seseorang sulit untuk dipahami dan diperlakukan dengan normal. Inilah yang nantinya akan menghambat hidup si penderita.


Seberapa parah gejala yang dialami oleh setiap orang bervariasi, ini tergantung pada jenis penyakit dan kondisinya. Setiap orang punya potensi untuk menderita gangguan mental, bisa saja laki-laki, wanita, tua, muda, kaya, miskin, atau dari ras, golongan tertentu. Gangguan mental ini bukanlah hasil dari keturunan atau kerena cacat dalam kepribadian. Dengan perawatan medis yang tepat penyakit mental dapat ditanggulangi, jadi orang yang menderita gangguan mental tetap bisa bersosialisasi dan tetap berguna bagi masyarakat.



Penyebab


Penyebab gangguan mental ada bermacam-macam dan bahkan ada yang tidak diketahui dengan pasti. Ada beberapa gejala yang bisa dijelaskan berupa sebagai berikut:



1. Faktor Genetik


Faktor genetik dapat menyebabkan terjadinya gangguan jiwa, ini dapat terjadi jika seorang anak mempunyai riwayat di pihak orang tua yang pernah menderita gangguan jiwa. Bahkan waktu masih janin sudah mengalami gangguan perkembangan otak. Gangguan ini bisa saja muncul kerena disebabkan oleh infeksi virus saat masa kehamilan, trauma kehamilan, gangguan hormon, dan bisa juga kerena adanya komplikasi gangguan lainnya.



2. Faktor Umum


Depresi


Genetik mengambil peran penting dalam status gangguan mental ini, tapi masalah dalam kehidupan sehari-hari juga turut berperan. Contoh yang sering menyebabkan depresi biasanya adalah masalah ekonomi, penyakit kronis, dan korban bullying.



Narkoba


Narkkoba pastinya akan membahayakan kesehatan, dan juga jiwa kerena efeknya adalah merusak otak.



Gangguan Otak


Adanya gangguan pada otak akan mengakibatkan gangguan jiwa, kenapa demikian? ini kerena otak turut berparan penting dalam prilaku.



Penanganan Gangguan Mental


Banyak penderita gangguan mental telah berhasil ditangani dengan baik oleh parak pakar kesehatan mental seperti, psikiater, sosiolog, perawat mental, dan lainnya. Langkah yang paling utama untuk dilakukan adalah pemeriksaan diri secara holistik ke tempat pelayanan gangguan mental. Ini tergantung individunya dalam menentukan perawatan yang tepat untuknya, entah ia akan merasa cocok atau tidak. Dengan memeriksakan diri ke pusat perawatan penyakit mental, para penderita akan bisa menyelesaikan masalah penyakit mentalnya. Proses penyembuhan penderita ini tidak mesti harus melalui seorang dokter, tapi sering melibatkan orang tua, keluarga, atau orang terdekat mereka yang berperan sebagai pendukung penyembuhan penderita penyakit mental. Jika banyak orang yang telah mengerti tentang penyakit mental, maka penanganan penyakit ini dapat ditanggulangi dengan baik.


Penanganan penderita gangguan mental ini biasanya terpusat di rumah sakit jiiwa, dan biasanya pemeriksaan dilakukan oleh psikiater dan psikolog dengan menggunakan metode pemeriksaan yang bervariasi berupa pertanyaan dan observasi. Pengobatannya bisa berupa obat-obatan atau bisa dengan pengobatan secara sosial dan lingkungan yang didesain sedemikian rupa untuk membantu proses penyembuhan panderita.

No comments:

Post a Comment