Sunday, September 18, 2016

Kebiasaan Orangtua Yang Keliru Dalam Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Bayi

Kesalahan orangtua dalam memahami bayi. Hal yang terlihat sangat sederhana bagi Anda, akan menumbuhkan rasa percaya diri pada bayi. Yang diperlukan oleh bayi adalah ayah dan ibunya serta lingkungannya yang memerikan kebebasan dan membuat bayi selalu ingin mengeksplorasi lingkungan. Artinya, Anda sebagai orang tua seharusnya tidak membatasi gerak-gerik bayi Anda, kadang-kadang tindakan si kecil dihalang-halangi dan di larang melakukan ini dan itu. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh orangtua dalam memahami bayi, dan tindakan ini akan membuat percaya diri bayi menurun.



1. Cepat-cepat Mengangkat Bayi


Mitos


Dulu ketika bayi menangis dan langsung diangkat untuk meredakan tangisannya akan menjadikan bayi yang cengeng.


Fakta


Bayi yang sedang menangis harus segera diangkat dan dihibur agar tangisannya reda dan ia merasa lebih nyaman. Bayi menangis kerena ia dalam proses bertahan hidup untuk mencari rasa nyaman. Jadi tidak ada yang namanya memanjakan bayi. Menangis adalah cara bayi untuk berkomunikasi jika ia sedang lapar, tidak nyaman, atau kerena ada hal yang membuatnya sakit. Dengan tindakan menyegerakan mengangkat bayi saat menangis akan memberinya rasa nyaman seperti pelukan, minum susu, atau mengganti popok. Tindakan ini akan menumbuhkan perasaan percaya pada bayi akan orangtuanya. Disinilah ia akan percaya terhadap lingkungan sekitarnya.


Tindakan ini akan memupuk rasa percaya diri bayi di kemudian hari. Jadi, jika bayi Anda menangis, segeralah angkat ia dan tenangkan ia. Tak hanya memberikan rasa percaya diri kelak pada bayi, tindakan ini juga akan mendukung perkembangan otak anak, dan perkembangan bahasa anak. Jadi, jika anak menangis jangan biarkan ia menangis dalam waktu yang lama, kalau bisa segera lari menghampiri anak.


Apalagi bagi anak yang masih dibawah 6 bulan. Di usia 6 bulan ini anak sulit untuk menunggu walau hanya beberapa menit saja. Segeralah hampiri dan tenangkan anak Anda sebelum tangisannya menjadi-jadi.



2. Agar anak tak jadi pemalu


Mitos


Bayi yang pemalu akan menjadi anak yang pemalu di kemudian harinya.


Fakta


Meskipun bayi Anda memiliki karakter yang unik, Anda bisa membantunya dalam merespon lingkungan. Beberapa bayi mungkin kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Ada bayi yang langsung bersembunyi di balik pelukan orangtuannya jika bertemu dengan orang asing. Ada juga bayi yang sangat sensitif terhadap suara yang keras atau jika ada orang lain yang mencubitnya kerena gemes. Tapi sebenarnya bayi yang berusia 3 bulan kebawah hanya bertugas menerima rangsangan dari lingkungan sekitarnya.


Bayi sudah beradaptasi sejak dalam rahim yang gelap gulita ke alam yang terang benderang. Ia juga masih beradaptasi akan sesuatu, ia baru memulai untuk menyesuaikan diri. Ada bayi yang nampak belum mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang biasannya ditandai dengan sikap pemalu dan menarik diri pada orang lain. Kalau terjadi hal demikian, tugas Anda sebagi orangtua adalah menenangkannya. Bukan dengan hal yang membuat bayi Anda semakin sulit untuk beradaptasi dengan orang lain seperti memaksanya untuk bersalaman dengan orang lain. Anda sebaiknya menunjukan rasa gembira bersama orang lain agar bayi Anda nantinya akan terbiasa berinteraksi dengan orang lain dan meninggalkan sikap pemalunya.



3. Tidak Boleh Ini Itu


Mitos


Terlalu banyak memberikan batasan akan mematahkan rasa percaya diri dan semangat pada bayi.


Fakta


Memberikan batasan-batasan tidak mesti akan menghambat perkembangan rasa percaya diri bayi. Sebaliknya, dengan batasan-batasan bayi akan merasa lebih aman. Misalnya Anda bisa menjauhkan barang berbahaya disekitar, amankan obat-obatan, dan lain sebagainya. Jadi dengan memberikan batasan akan sesuatu yang bersinggungan dengan anak akan memberinya rasa aman dan nyaman.


Jadi, batasan-batasan yang diberikan kepada bayi adalah batasan yang mampu memberikan anak rasa nyaman. Jadi, sah-sah saja memberikan batasan pada bayi, asal batasan-batasannya tidak terlalu berlebihan. Kerena larangan yang terlalu banyak akan membuat bayi tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri. Anda bisa memberikan ia bermain denga majalah bekas yang bisa ia robek sesuka hati. Disinilah akan tumbuh rasa percaya dirinya.



4. Hati-hati Dengan Kalimat yang Anda Ucapkan


Mitos


Kata-kata tidak akan menyakiti hati bayi, kerena ia masih belum mengerti apa yang Anda katakan


Fakta


Meskipun bayi belum mengerti apa-apa dalam berbahasa, namun bayi sangat peka akan nada suara dan eksperesi wajah Anda ketika Anda menyampaikan sesuatu. Bayi bahkan tau kalau Anda sedang tidak fokus dengannya.


Suara yang lembut dan menenangkan hati, wajah yang gembira adalah hal yang mesti Anda tunjukan pada bayi Anda ketika berinteraksi dengannya. Jadi, dari sinilah bayi akan mengerti tentang dirinya dan lingkungan. Jika interaksi antara Anda dengan bayi Anda terganggu, berbagai hal yang tidak diinginkan bisa terjadi seperti gangguan interaksi sosial atau keterlambatan berbicara pada bayi.


Sesimpulannya adalah Anda mesti mengatakan hal yang positif dengan perasaan ceria dan sungguh-sungguh, bayi Anda akan tahu bahwa ia sangat berarti bagi Anda.



5. Ulurkan bantuan di awal saja


Mitos


Jika Anda sering membantu bayi, maka bayi tidak akan pernah percaya akan dirinya.


Fakta


Membantu bayi yang sedang belajar dengan melakukan segalanya untuk bayi adalah berbeda. Sebagai contoh: menimang bayi saat sedang menangis sampai ia terlelap dan tidur lebih baik dibandingkan membiarkan bayi menangis sampai ia capek dan tertidur hanya kerena Anda ingin bayi Anda bisa mandiri untuk menenangkan diri sendiri. Hal ini keliru.


Jadi, jika bayi Anda masih ditimang-timang untuk menidurkannya, Anda sebaiknya tidak langsung meninggalkannya sendirian. Anda bisa melakukan ini secara bertahap sampai akhirnya bayi Anda bisa untuk tidur sendiri. Hal lain juga dianjurkan untuk dilakukan secara betahap, tanpa langsung membuat bayi menjadi mandiri.


Kesimpulannya, bantulah bayi anda di awal, kemudian secara bertahap biarkan ia melakukannya sendiri seiring berkembangnya kemampuan bayi. Begitu berhasil membuat bayi menjadi mandiri, maka rasa percaya diri bayi pun akan terbentuk.

No comments:

Post a Comment