Friday, September 9, 2016

Acarbose

Acarbose adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengobati penyakit diabetes tipe 2. Ia berfungsi sebagai pengontrol kadar gula dalam darah dengan mekanisme yang hebat dalam memperlambat proses pencernaan karbohidrat menjadi glukosa. Jadi, obat ini dapat menurunkan kadar gula darah setelah penderita diabetes makan. Penderita diabetes biasanya dianjurkan untuk meningkatkan aktivitas fisiknya, mengubah pola makan yang tepat, dan sebagai pelengkap obat acarbose sebagai pengontrolnya.


Sebagai pengontrol diabetes, acarbose digunakan bersama dengan obat diabetes lainnya seperti insulin, metformin, atau sulfonilurea. Namun obat ini tidak cocok untuk anak yang berusia kurang dari 18 tahun, penggunaannya juga harus sesuai petunjuk dokter. Sediaan obat ini biasanya dalam bentuk tablet minum yang dapat diminum dengan oral.



Mekanisme Kerja Acarbose


Acarbose bertindak sebagai glucosidase inhibitor, ia bekerja dengan memperlambat kerja enzim yang berubah dari karbohidrat menjadi struktur gula yang lebih kecil glukosa. Biasanya obat ini dikonsumsi dengan cara diminum atau oral.


Mekanisme acarbose secara detail adalah dengan menghambat aktivitas alfa glukosidase, mengintervensi proses pemecahan karbohidrat, menghambat penyerapan glukosa dan monosakarida lainnya. Kerja obat ini terletak di usus, menghambat enzim di saluran pencernaan, sehingga enzim tersebut tidak memecah karbohidrat dan akhirnya pemecahan karbohidrat jadi berkurang dan penyerapan dari produk akhir ini juga lambat diserap sehingga kadar gula dalam darah tidak melonjak tinggi.



Peringatan!



  • Obat ini dilarang untuk wanita hamil dan menyusui.

  • Terus berhati-hati jika Anda memiliki gangguan pencernaan hati, ginjal, hernia, penyakit mag, radang usus, penyumbatan jalan usus, dan sedang dalam masa diet diabetes.

  • Jangan mengkonsumsi gula sukrosa saat sedang kelaparan dibarengi dengan minum obat acarbose. Disarankan untuk mengkonsumsi gula dextrose yang biasa ada di permen dan sirup.

  • Tidak dikonsumsi remaja dibawah 18 tahun.

  • Jika ada alergi terhadap obat ini, segera hentikan penggunaan.


Dosis Acarbose


Pada awal masa pengobatan dosis yang digunakan adalah 50-150 mg dalam satu hari. Dan dapat ditingkatkan menjadi tepat 150 mg per hari setelah sudah menjalani pengobatan selama enam hingga delapan bulan.

Cara Meminum Acarbose dengan Baik


Sebelum meminum obat acarbose alangkah baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai informasi obat ini,  dan jangan sekali-kali menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan oleh dokter. Obat ini baik dibarengi dengan makanan Anda, makan siang dan makan malam. Jangan mengkonsumsi minuman tinggi kalori bersamaan dengan acarbose kerena bisa menyebabkan diare, perut kembung, dan bahkan sakit perut.


Disarankan agar selalu memeriksakan kadar gula darah secara teratur. Dan berkonsultasi dengan dokter tentang aktivitas yang cocok untuk Anda. Selalu pastikan meminum obat acarbose tepat sesuai dengan jamnya, jangan terlalu dekat dan jangan terlalu lama agar efek dari obat ini dapat maksimal.


Jika Anda lupa saat meminum obat ini, jangan pernah menambahkannya menjadi dua tablet dalam sekali tenggak kerena akan memicu kekurangan gula.



Efek Samping


Efek samping dari acarbose adalah perut kembung, diare, sakit perut, kram perut, dan mual muntah. Jadi, kebanyakan efek sampinya adalah berkaitan dengan sistem pencernaan. Namun ada juga yang sampai terjadi alergi seperti pembengkakan pada mata, bibir, wajah dan lidah. Jika Anda memiliki riwayat penyakit perut, disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat ini.


Jika efek samping dari acarbose tidak dapat Anda toleransi, segera hubungi dokter agar bisa dilakukan tindakan lainnya seperti penggantian obat, dan lain sebagainya.

No comments:

Post a Comment