Kali ini kita akan membahas tentang obat yang sering digunakan pada penderita ganguan mata, jantung, dan juga epilepsi. Semua penyakit tersebut dapat diobati dengan satu obat. Acetazolamid adalah obatnya. Untuk lebih detailnya, silakan Anda baca paragraf selanjutnya.
Informasi Obat
Acetazolamide adalah obat yang termasuk dalam golongan obat yang bekerja menghalangi aktivitas enzim karbonat anhidrase, ia akan memberikan efek mengurangi tekanan yang tinggi pada mata bagi penderita penyakit glaukoma. Selain penyakit glaukoma, obat ini juga bisa digunakan untuk penderita epilepsi dan juga meningkatkan produksi air kencing atau diuretik. Obat acetazolamid biasanya tersedia dalam sediaan tablet, jadi obat ini biasanya diberikan dengan cara oral atau diminum.
Peringatan!
Obat ini tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui, kecuali sesuai dengan resep dokter.
Penderita gangguan ginjal atau hati akan kesulitan untuk buang air kecil yang malah memperparah kondisi penyakit ginjal. Oleh kerena itu Anda mesti menginformasikan kepada dokter Anda bahwa Anda menderita penyakit gangguan ginjal dan hati sebelum mengkonsumsi acetazolamide.
- Perlu mendapat perhatian lebih jika Anda juga menderita gangguan pernafasan seperti empisema, atau juga penderita diabetes.
- Penderita yang memiliki gangguan pada kelenjar ginjal (adrenal dan suprarenal) seperti pada penyakit Addison.
- Kadar kalium dan natrium yang rendah pada darah juga perlu diperhatikan dan perlu di konsultasikan kepada Dokter Anda.
- Penderita yang sedang menderita penyakit lain pada waktu yang berbarengan, termasuk dengan jamu-jauman dan lainnya.
- Jika Anda mengalami reaksi alergi atau overdosis, Anda harus sesegera mungkin menghentikan pengobatan.
Dosis
Dosis pemberian obat Acetazolamid ada berbagai macam, ini tergantung dengan kondisi penyakitnya, respon tubuh, dan juga seusai dengan tinggi dan berat badannya pada anak-anak.
- Pengobatan pada penderita glaukoma sudut terbuka dewasa biasanya dimulai dari 250 mg per hari yang bisa dibagi menjadi 1 - 4 tablet.
- Glaukoma akut sudut tertutup dan sekunder diberikan dosis 250 - 1000 mg per hari. Dosis ini dapat dibagi-bagi.
- Untuk glaukoma sekunder dan terapi pre operatif diberikan dosis 250 mg setiap 4 jam.
- Untuk penderita penyakit gagal jantung kongestif dan edema, ia digunakan sebagai diuretik dengan dosis sebesar 250-375 mg sekali dalam sehari.
- Diuretik untuk nyeri sebelum masa menstruasi akan diberikan 125 -375 mg sekali sehari.
- Pada epilepsi digunakan dosis 250-1000 mg per hari, dan dapat dibagi beberapa kali minum.
Cara Mimum Acetazolamid dengan Baik dan Benar
Acetazolamide dapat diberikan bersamaan dengan makanan. Jangan coba mengunyah acetazolamid dalam bentuk kapsul kerena efek obat dapat terhenti. Usahakan selalu tepat waktu dalam meminum obatnya agar efeknya maksimal.
Jika Anda lupa meminum acetazolamide, disarankan untuk segera meminumnya setelah teringat.
Tidak dianjurkan untuk berhenti meminum acetazolamide secara mendadak tanpa izin dari dokter. Pelu diinformasikan kepada dokter Anda jika Anda mengalami ruam kulit setelah meminum obat ini yang kemungkinan adalah gejala alergi obat.
Efek Samping
Setia obat memiliki efek samping, khusus untuk obat acetazolamide, ia memiliki beberapa efek samping. Efek samping yang biasa terjadi adalah pusing, mengantuk, kecapekan, mual, muntah, dan juga diare. Anda bisa kehilangan nafsum makan, kekurangan cairan, dan sering buang air kecil, lidah terasa pahit, kesemutan, dan wajah nampak kemerahan.
Hindarai berkendara dan bekerja yang memiliki potensi bahaya, kerena efek samping pusing. Efek samping pusing dapat diredakan dengan meminum oba pereda sakit.
No comments:
Post a Comment