Tuesday, September 20, 2016

3 Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker yang disebabkan oleh sel yang tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali di area payudara. Deteksi dini kanker adalah hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebelum kanker payudara berubah menjadi ganas. Tapi Anda juga harus mengetahui bahwa tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi seperti kelainan hormon, kista, infeksi, maupun trauma pada payudara.


Berdasarkan sebuah penelitian mengatakan bahwa satu dari delapan wanita terkena kanker payudara. Kebanyakan wanita tidak mengetahui kelainan yang dialamai payudaranya. Ketidaksadaran ini malah berakibat buruk dan dapat menjadikan kanker payudara menjadi ganas. Diagnosis dini atau deteksi dini  sangat penting untuk dilakukan agar terhindar dari kanker payudara. Jika Anda masih bingung bagaimana melakukan deteksi dini, berikut ini ada beberapa cara untuk mendeteksi dini kanker payudara.


Deteksi dini sangat mudah dilakukan dan juga sangat murah kerena tindakan ini dilakukan sendiri, tanpa perlu ke dokter. Tindakannya pun sangat sebentar, yaitu hanya sekitar beberapa menit saja. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dini ini seminggu setelah haid dimulai.



Pemeriksaan payudara sendiri1. Sentuh


Biasakan menyentuh payudara Anda pada waktu-waktu tertentu, entah itu saat sedang haid atau sesudah haid. Payudara bisa berbeda-beda tiap wanita, ada yang memiliki payudara lembut dan kenyal ketika masa menstruasi. Setelah menupause, umumnya payudara akan teraba lembut, kurang kenyal, dan tidak kental. Hal yang pertama harus Anda ketahui adalah mengetahui seperti apa payudara yang normal. Sentuhlah dengan lembut area payudara sambil mengangkat tangan yang satunya. Letakan tangan yang diangkat tadi ke belakang kepala sambil menekuk siku. Mulailah meraba dari bagian paling luar dari payudara dan sentuhlah secara seksama menggunakan jari Anda dengan gerakan melingkar. Perhatikan setiap area yang Anda raba seperti bintik-bintik keras maupun lembut. Bentuk dari kanker payudara biasanya teraba dengan bentuk yang tidak teratur, keras, nyeri ketika ditekan dan tidak bisa digerakan. Ulangi langkah ini pada payudara yang satunya.



2. Cari


Langkah selanjutnya adalah dengan cara berbaring dengan bantal diletakan dibawah bahu. Mulailah memeriksa payudara dengan tangan Anda dan rasakan. Langkah ini sama dengan posisi langkah pertama, tapi langkah kedua ini difokuskan untuk mencari hal yang tidak normal di payudara. Jangan hanya fokus mencari disekitar payudara saja, tapi carilah sampai ke area ketiak. Rasakan hal yang tidak normal dari ketiak sampai ke area leher. Jika Anda menemukan adanya benjolan pada ketiak dan area leher, benjolan itu menunjukan bahwa kelenjar getah bening sedang meradang disebabkan oleh dua hal, yaitu kanker payudara dan infeksi. Anda juga harus tetap mencari sampai area puting payudara, perhatikan adanya benjolan dan perubahan yang mungkin ada pada area puting Anda.



3. Lihat


Bentuk payudara pada setiap wanita berbeda-beda. Ada wanita yang mempunyai payudara yang salah satu payudaranya lebih besar dibandingkan yang sebelahnya. Disini yang harus Anda perhatikan adalah perubahan yang nampak dalam ukuran, garis, dan juga bentuk payudara Anda. Perhatikan payudara Anda saat Anda menggerakan tangan atau mengangkat payudara Anda. Jika terlihat ada darah yang mengalir keluar dari kedua puting Anda, Anda harus berhati-hati kerena ini bisa saja disebabkan oleh kanker payudara. Beralih ke area puting Anda, coba tarik puting Anda dan perhatikan apakah puting Anda kembali keposisi semula saat Anda coba tenggelamkan puting Anda. Jika Anda menemukan 2 hal tersebut, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

No comments:

Post a Comment