Sebagai seorang muslim, kita sering menemukan seorang laki-laki yang di dahinya terdapat tanda hitam, banyak yang langsung beranggapan bahwa tanda hitam ini merupakan tanda orang-orang yang sering sujud untuk beribadah kepada Allah. Apakah ini benar?
Landasan yang biasa digunakan adalah Surah Al-Fath: 29 yang artinya:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud
Banyak diantaranya salah paham dengan maksud dari ayat ini. Ada yang beranggapan bahwa dahi yang hitam adalah tanda orang yang sholeh atau taat beribadah. Kita ambil dari sudut pandang yang berbeda dari anggapan orang banyak, maksud dari potongan ayat Al-Fath tersebut "... tampak pada wajah mereka dari bekas sujud" adalah akhlaq yang baik.
Ada perbedaan pendapat akan hal ini, pendapat pertama memang mengatakan bahwa tanda hitam ini sebagai ciri orang sholeh atau taat beribadah, pendapat kedua mengatakan bahwa tanda orang sholeh tidak mesti ada tanda hitam di dahinya.
Penyebab dari tanda hitam di dahi ini adalah kerena berbagai faktor, faktor-faktor tersebut adalah:
1. Sajadah Yang Kasar
Jika yang digunakan adalah sajadah yang kasar, maka ini akan menyebabkan gesekan pada dahi ketika sujud. Jika sajadah kasar ini sering digunakan saat shalat, maka akan sering terjadi gesekan pada dahi yang pada akhirnya akan menyebabkan tanda hitam di dahi. Kulit yang sering terjadi gesekan akan beradaptasi dengan mengeraskan dan menghitamkan kulit. Ini erat kaitannya dengan kenapa telapak tangan dan kaki kulitnya lebih keras dibandingkan dengan kulit yang lain. Kulit pada telapak kaki dan tangan mengeras kerena sering digunakan untuk berbagai aktifitas dan gesekan-gesekan. Jadi, sujud dengan sajadah yang kasar sama halnya dengan membentuk luka tak kasat mata. Jika tanda hitam ini menunjukan bahwa ia sering bersujud perlu untuk ditinjau kembali.
2. Kulit Sensitif
Jika bahan dari sajadah menyebabkan alergi pada kulit, kulit bisa jadi akan mengeras dan menghitam kerena bersinggungan dengan bahan yang menyebabkan alergi.
3. Bentuk Dahi Laki-laki
Bentuk tulang dahi laki-laki dan wanita berbeda, mungkin ada beberapa orang yang nampak sama antara dahi pria dan wanita. Tapi dari sini dapat kita analisa bahwa bentuk dahi pria nampak lebih lancip dan menonjol dibandingkan wanita. Proses pembentukan dahi yang lancip ini kemungkinan dipengaruhi oleh proses pertumbuhan dan perkembangan volume otak, yang pada pria biasanya area dahi yang bertanggungjawab akan logika lebih berkembang dibandingkan yang dimiliki wanita. Oleh kerena itu kenapa kebanyakan pria muslim yang memiliki tanda hitam di dahinya, dan jarang sekali ditemukan tanda hitam di dahi perempuan.
Berdasarkan beberapa faktor ini, benar atau tidaknya seseorang ahli ibadah memiliki tanda hitam di dahinya masih belum bisa dipastikan.
Jadi kesimpulannya adalah tanda hitam belum tentu sebagai tanda orang itu taat beribadah, tapi ia juga bisa disebabkan berbagai faktor seperti yang telah dijelaskan di atas. Jika memang benar adanya bahwa orang yang sering bersujud memiliki tanda hitam di dahinya, akan lebih baik lagi kalau dahi dijaga jangan sampai menghitam untuk menjaga penampilan dan juga menghindari riya atau berbangga diri. Jika Anda memiliki komentar atau kritik yang membangun tentang artikel ini, silakan tinggalkan komentar Anda di kolom komentar. Dan mohon dishare jika memang artikel ini bermanfaat.
No comments:
Post a Comment