Wednesday, October 12, 2016

Waspadai Depresi Selama Kehamilan dan Paska Kehamilan!

Setiap orang pasti pernah merasakan kesedihan. Rasa sedih adalah respon alami tubuh terhadap masalah hidup. Depresi adalah suatu keadaan dimana seseorang terlampau sedih dan depresi ini adalah biang dari berbagai macam penyakit. Depresi ini mengganggu mood seseorang dan akan mempengaruhi kualitas hidup orang tersebut.


Relasi, harga diri, pekerjaan, motivasi, tidur, nafsu makan, dan lain sebagainya adalah dampak dari depresi. Depresi bukanlah sesuatu kondisi yang tidak bisa disembuhkan, tapi ia sangat bisa diobati.



Depresi selama Kehamilan


[caption id="attachment_701" align="aligncenter" width="1920"]Waspadai depresi selama kehamilan dan paska kehamilan Waspadai depresi selama kehamilan dan paska kehamilan
Sumber Gambar: pexels.com[/caption]

Dulu diyakini bahwa hormon kehamilan mampu melindungi ibu dari depresi, tapi ternyata sekarang sangatlah berbeda. Perubahan hormon selama kehamilan mampu membuat wanita sangat emosional, dan sangat sulit untuk beradaptasi dari depresi.


Beberapa wanita pernah mengalami depresi paska melahirkan yang dikenal sebagai depresi postpartum. depresi pospartum ini berbeda dengan baby blues yang bisa menghilang dalam 2 minggu paska melahirkan.


Wanita juga bisa menjadi depresi selama hamil yang dikenal dengan istilah depresi perinatal. Depresi perinatal adalah depresi yang sangat ekstrim kerena ia merasa sangat sedih, cemas, dan kelelahan. Keadaan ini bisa membuat ibu muda untuk merawat bayinya.



Faktor Resiko Depresi selama Kehamilan


Depresi perinatal atau depresi di masa kehamilan berasal dari lonjakan berbagai emosi, fisik, dan faktor lingkungan. Beberapa faktor resikonya adalah:




  • Riwayat depresi sebelumnya

  • Riwayat keluarga yang dipresi

  • Kehamilan yang tidak terencana

  • Masalah kehamilan dan pengalaman

  • Melahirkan anak kembar

  • Kekhawatiran akan finansial

  • Masalah relasi

  • Tak ada dukungan dari keluarga atau teman

  • Merokok, meminum alkohol, dan penggunaan obat-obatan.


Tanda dan Gejala Depresi selama Kehamilan


[caption id="attachment_702" align="aligncenter" width="1920"]depresi Ciri khas seseorang yang menderita depresi adalah dari postur tubuh yang selalu menunduk
Sumber Gambar: pexels.com[/caption]

Tanda dan gejala yang mungkin muncul adalah:

  1. Perasaan sedih, marah, dan menarik diri

  2. Punya pikiran akan ketidakmampuan atau berkurangnya minat akan sesuatu

  3. Cemas dan sensitif

  4. Cengeng

  5. Merasa tidak berharga, bersalah, atau gagal

  6. Tak punya kemampuan dalam menyelesaikan tugas

  7. Banyak atau sedikit makan dari kebiasaan

  8. Sulit untuk berkonsentrasi, mengingat sesuatu, atau menentukan keputusan

  9. Menghindari kontak dengan teman dan keluarga

  10. Berpikiran untuk bunuh diri

  11. Sakit-sakitan


Efek Ibu yang Depresi terhadap Bayi


Ternyata depresi mempunyai dampak negatif pada hubungan ibu dengan bayinya. Pembentukan ikatan antar ibu dan bayi adalah suatu hal yang sangat penting untuk dikembangkan, tapi kondisi depresi perinatal akan sulit untuk ibu dekat dengan bayinya. Ia juga sulit untuk berespon akan kebutuhan bayinya.


Depresi yang tidak diberikan perawatan akan memiliki dampak yang buruk seperti:

  • Kelahiran prematur

  • Berat badan bayi rendah

  • Bayi yang mudah teriritasi kerena kekurangan perhatian


Ibu dengan depresi kemungkinan memiliki masalah dalam mengasuh bayinya selama kehamilan. Ia mungkin tidak makan dengan cukup, dan jarang untuk memeriksakan kesehatannya ke tempat pemeriksaan kehamilan. Pengobatan yang cepat dan akurat akan sangat diperlukan untuk mencegah efek buruk ini.



Pengobatan Depresi Selama Kehamilan dan Paska Kehamilan


Pengobatan depresi pada semua fase kehamilan adalah sesuatu yang harus segera dilakukan. Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan. Tapi kombinasi dari beberapa tindakan ini mungkin lebih bagus lagi. Pengobatan depresi tersebut adalah:




Baca juga:





1. Obat-obatan antidepresi



  • SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)

  • SNRI (Serotonin and Norepinephrine Reuptake Inhibitor)

  • Bupropion bisa digunakan untuk depresi dan menghentikan merokok


2. Konseling


3. Support groups


4. Terapi listrik (Electroconvulsive Therapy (ECT))


Cara Mencegah Depresi selama Kehamilan dan Paska Kehamilan


Ada beberapa cara yang bisa mencegah depresi. Dengan mengetahui gejala sedini mungkin akan mampu mengurangi efek negatif depresi pada ibu dan bayi. Untuk mencegah depresi selama kehamilan dan paska kehamilan, Anda harus:

  1. Pelajari tanda dan gejala depresi

  2. Cari informasi tentang parenting, kehamilan, dan kelahiran anak

  3. Rencanakan sebuah program yang bisa dilakukan jika muncul gejala dan tanda depresi

  4. Bicaralah secara terbuka dengan dokter Anda


Ketika bayi telah lahir:

  1. Habiskanlah waktu bersama ibu muda lain

  2. Gunakanlah waktu yang bisa meningkatkan rasa relaks seperti berendam, membaca buku, atau mendengarkan musik

  3. Mintalah bantuan pada keluarga atau teman jika ada seseuatu yang diperlukan

  4. Istirahat jika bayi Anda sedang tidur

No comments:

Post a Comment