Bekerja pada malam hari adalah sesuatu yang mungkin saja dialami oleh wanita. Contoh pekerjaan yang harus terjaga pada malam hari kebanyakannya adalah pekerja dalam bidang medis dan kesehatan seperti perawat, bidan, dan dokter, dll.
Ada informasi yang mengatakan bahwa wanita yang bekerja pada malam hari akan memiliki resiko kanker payudara dibandingkan yang tidak bekerja pada malam hari. Mereka dikatakan sangat beresiko mengidap penyakit kanker payudara. Namun, benarkah demikian? Mari kita telaah lebih jauh lagi.
[caption id="attachment_662" align="aligncenter" width="2649"]
Sumber Gambar: wikipedia.com[/caption]
Di tahun 2007, sebuah organisasi kesehatan dunia WHO telah mempublikasikan sebuah review yang menyimpulkan bahwa wanita bekerja pada shift malam hari sangat beresiko pada kanker payudara. Ada 1.4 juta wanita yang mengatakan bahwa mereka bekerja pada malam hari, tapi mereka sangat sedikit dan bahkan tidak ada kejadian kanker payudara yang disebabkan oleh pekerjaan mereka.
Menurut CDC (Disease Control and Prevention), lebih dari 15 juta orang dewasa di Amerika bekerja pada malam hari secara penuh, shift bergantian, dan jadwal malam secara acak. Wanita bekerja pada malam hari cenderung akan mengubah jam tubuh atau yang dikenal dengan istilah cyrcadian rhythm. Gangguan pada cyrcadian rhythm ini berdampak pada gangguan fisik, mental, dan prilaku.
Gangguan pada cyrcadian rhythm ini akan mengganggu kesehatan, seperti gangguan tidur, kegemukan, diabetes, depresi, dan gangguan jiwa bipolar. Pada tahun 2007 lalu, International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan bahwa bekerja shift malam kemungkinan adalah pencetus kanker pada manusia.
Kesimpulan dari pernyataan "kanker payudara adalah dampak dari wanita yang bekerja pada malam hari" ternyata dilakukan pada binatang percobaan saja, jadi tidak ada bukti yang kuat bagaimana wanita bekerja pada malam hari beresiko mengidap kanker payudara.
Baca juga:
Kebanyakan dari penelitian yang telah diketahui hanyalah pemikiran dulu, jika dibandingkan dengan sekarang wanita yang telah terdiagnosa kanker payudara dengan yang tidak terdiagnosa kanker payudara sedikit rancu kerena hal ini melibatkan wanita yang bekerja pada malam hari atau tidak. Informasi ini perlu data yang bisa dipercaya jika ia informasi tersebut berhubungan dengan kanker.
Pengkajian data-data hubungan antara wanita bekerja pada malam hari dengan kanker payudara
Para peneliti telah menganalisa data-data yang berasal dari Inggris, termasuk 522.256 peserta dari Million Women Study, 251.045 wanita dari UK Biobank, dan 22.559 wanita dari European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition Oxford (EPIC-Oxfort). Hasilnya adalah wanita yang tidak bekerja malam hari tidak menunjukan adanya resiko kanker payudara.
Kesimpulan
TIDAK ADA resiko kanker payudara bagi wanita mestipun telah bekerja malam hari selama 30an tahun.
Semua studi yang melibatkan 1.4 juta wanita, ada beberapa 4.660 kasus wanita yang memang ada melaporkan bahwa mereka telah mengidap kanker payudara. Tapi, jika dibandingkan dengan wanita yang tidak melaporkan adanya kanker payudara cenderung sangat kecil, jadi angka kejadian dari kanker payudara kira-kira 0,99 persen saja. Angka yang relatif kecil memang.
Jadi kesimpulannya, para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka ini sifatnya memberitahukan kepada wanita-wanita yang bekerja malam hari mempunyai resiko yang sama dengan wanita yang tidak bekerja pada malam hari.
Beberapa bukit yang menunjukan bahwa wanita yang mempunyai pekerjaan pada malam hari memiliki sedikit bahkan tidak ada efek bagi resiko kanker payudara. Cuma ada efek dari bekerja malam saja seperti kelelahan. Tapi jika dikaitkan dengan kanker payudara di kemudian hari masih tidak bisa dibuktikan dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
No comments:
Post a Comment